Pada tahun 2024, pelanggaran keamanan jaringan meningkat drastis, baik dalam jumlah maupun dampaknya. Pada bulan Januari saja, terjadi kebocoran data terbesar yang pernah ada, yang disebut “Mother of All Breaches.” Lebih dari 26 miliar data dari 3.876 domain bocor, termasuk dari platform populer seperti X, LinkedIn, Adobe, Canva, dan Dropbox. Jumlah ini bahkan melampaui total kebocoran data sepanjang tahun 2023!
Bukan soal “jika”, tapi “kapan”
Dengan meningkatnya serangan siber, pertanyaan utama bagi para pemimpin IT bukan lagi “Bagaimana cara mencegah serangan?”, tetapi “Bagaimana cara membatasi dampak serangan saat terjadi?”
Ancaman dari Serangan Lateral
Salah satu teknik serangan yang sering digunakan adalah lateral movement. Peretas memanfaatkan celah keamanan, seperti perangkat IoT, untuk masuk ke dalam jaringan, mencuri data sensitif, menginfeksi sistem lain, atau melancarkan serangan yang lebih besar seperti ransomware. Menurut studi dari VMware, 45% dari serangan siber melibatkan lateral movement, yang menunjukkan betapa pentingnya teknik ini bagi penjahat siber.
Meskipun meretas sistem pencahayaan pintar terdengar mengganggu, kebocoran data pelanggan jauh lebih berbahaya karena bisa menyebabkan kerugian besar dan tuntutan hukum. Oleh karena itu, pemisahan lalu lintas jaringan menjadi langkah krusial untuk melindungi aset penting perusahaan.
Namun, dalam jaringan tradisional, proses segmentasi sering kali rumit dan memakan waktu karena harus dilakukan secara manual di setiap perangkat jaringan.
Pemisahan Lalu Lintas Jaringan Tidak Semudah yang Dikira
Banyak perusahaan menggunakan kombinasi VLAN (Virtual Local Area Networks), ACL (Access Control Lists), dan firewall untuk membagi jaringan mereka. Meskipun firewall memberikan perlindungan yang kuat, firewall tidak selalu cukup untuk mengamankan semua aspek aset digital. Selain itu, metode ini mahal, kompleks, dan sulit dikelola, terutama di lingkungan IT yang besar dan dinamis.
Tantangan lain adalah bagaimana menjaga keamanan jaringan tanpa memperumit pengelolaan IT dan meningkatkan biaya operasional. Solusinya? Fabric Networks.
Extreme Fabric: Bukan Sekadar Segmentasi, Tapi Microsegmentation!
Extreme Fabric, solusi fabric jaringan yang paling banyak digunakan di industri, menawarkan pendekatan microsegmentation yang lebih aman dan lebih sederhana. Dengan teknologi ini, aplikasi, data, dan pengguna penting diisolasi ke dalam jaringan virtual pribadi yang disebut Virtual Service Networks (VSN).
Teknologi ini memiliki beberapa keunggulan utama:
1. Keamanan dan Skalabilitas
Jaringan tradisional dengan VLAN hanya bisa membuat 4.000 segmen yang unik. Dengan microsegmentation, jumlahnya bisa mencapai 16 juta segmen yang aman!
Selain itu, VSN dapat diterapkan dengan mudah dan dalam skala besar di seluruh infrastruktur jaringan – dari perangkat pengguna hingga data center. Ini berarti semakin luas area serangan yang mungkin terjadi, semakin kuat pula pertahanan yang dapat diterapkan.
Contohnya, Dubai World Trade Center menggunakan teknologi ini untuk dengan cepat membuat ribuan segmen jaringan yang aman untuk setiap acara, memastikan koneksi tetap aman tanpa harus mengubah konfigurasi inti jaringan.
2. Stealth Networking (Jaringan Tersembunyi)
Keunggulan lain dari VSN adalah isolasi total, di mana perangkat dalam satu segmen tidak bisa berkomunikasi dengan perangkat di segmen lain kecuali diatur secara khusus.
Jaringan ini berfungsi seperti labirin bagi peretas. Jika mereka berhasil masuk, mereka tidak bisa memetakan jaringan atau bergerak ke sistem lain, sehingga mereka akan terjebak dan gagal melakukan serangan lebih lanjut.
Keamanan tingkat tinggi ini sangat penting bagi sektor-sektor kritis seperti kesehatan dan transportasi maritim.
- Port of Tallinn (pelabuhan yang berkembang pesat di Eropa) menggunakan Extreme Fabric untuk mengelola akses jaringan berbasis peran dan karantina otomatis sehingga operasional tetap lancar sepanjang tahun.
- Ziekenhuis Oost-Limburg (ZOL), rumah sakit besar di Belgia, berhasil mengintegrasikan peralatan medis penting dengan aman selama pandemi COVID-19 berkat microsegmentation.
3. Keamanan & Performa Lebih Baik Tanpa Kompleksitas
Keuntungan terbesar dari Extreme Fabric adalah jaringan yang aman tetapi tetap mudah dikelola.
- Perusahaan dapat memperluas keamanan ke kantor cabang tanpa biaya tambahan.
- Otomatisasi dan zero-touch provisioning mengurangi risiko downtime akibat kesalahan konfigurasi manual.
- Membatasi akses hanya untuk pengguna yang membutuhkannya meningkatkan performa jaringan.
Beberapa contoh penerapan:
- Green Bay Area Public School District di Wisconsin menggunakan Extreme Fabric untuk menyediakan akses jaringan yang aman bagi 20.000 siswa dan 4.000 staf di lebih dari 30 sekolah.
- Volkswagen Poznań di Polandia menggunakan microsegmentation untuk mempermudah onboarding perangkat tanpa mengganggu performa jaringan, yang meningkatkan efisiensi operasional.
Unifikasi, Otomasi, Keamanan
Seiring dengan semakin kompleksnya lingkungan IT, kebutuhan akan keamanan yang lebih terintegrasi, otomatis, dan mudah dikelola semakin meningkat. Dengan banyaknya serangan yang berasal dari perangkat endpoint, perusahaan memerlukan kontrol yang lebih ketat terhadap pengguna dan perangkat, serta kebijakan keamanan yang konsisten di seluruh jaringan.
Pelajari lebih lanjut bagaimana Extreme Fabric dapat membantu Anda mengamankan, mengotomatiskan, dan menyederhanakan pengelolaan jaringan Anda.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan extremenetworks indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi extremenetworks.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
