Skip to content
  • Home
  • Extreme Network Platform One™
  • Extreme Network Solutions
  • Blog
  • Hubungi Kami

Author: hadi s

June 3, 2026June 3, 2026

Extreme Agent ONE: Generasi Baru AI untuk Mengelola Jaringan Perusahaan

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI) kini bukan lagi teknologi masa depan. AI sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di banyak perusahaan, mulai dari aplikasi bisnis, layanan pelanggan, hingga alat produktivitas yang digunakan karyawan. Masalahnya, semakin banyak aplikasi AI yang digunakan, semakin besar pula tuntutan terhadap infrastruktur jaringan. Aplikasi AI bekerja dengan sangat cepat dan membutuhkan jaringan yang mampu merespons secara real-time. Jika jaringan lambat atau bermasalah, produktivitas bisnis bisa terganggu. Melihat tantangan tersebut, Extreme Networks memperkenalkan Extreme Agent ONE, generasi terbaru teknologi AI yang dirancang khusus untuk membantu mengelola jaringan perusahaan secara lebih cerdas, cepat, dan otomatis. Mengapa AI Dibutuhkan dalam Pengelolaan Jaringan? Jaringan perusahaan saat ini semakin kompleks. Jumlah perangkat yang terhubung terus bertambah, pengguna semakin banyak, dan ancaman keamanan siber semakin beragam. Di sisi lain, perusahaan juga menghadapi keterbatasan sumber daya manusia. Mencari dan merekrut engineer jaringan yang berpengalaman semakin sulit dilakukan. Karena itu, banyak organisasi mulai memanfaatkan AI untuk membantu: Mendeteksi masalah lebih cepat. Menganalisis gangguan jaringan. Memberikan rekomendasi solusi. Mengotomatiskan tugas-tugas rutin. Mengurangi beban kerja tim IT. Menurut Extreme Networks, AI generasi pertama memang berhasil meningkatkan produktivitas engineer. Namun, kebutuhan saat ini sudah berkembang. Perusahaan membutuhkan AI yang bukan hanya membantu, tetapi juga mampu bekerja layaknya rekan kerja digital. Tiga Janji Utama Extreme Agent ONE Extreme Networks membangun Agent ONE berdasarkan tiga prinsip utama. 1. Teknologi yang Tepat AI yang baik bukan hanya mampu menjawab pertanyaan, tetapi juga memahami kondisi jaringan yang sedang dikelola. Misalnya, AI umum seperti chatbot dapat memberikan penjelasan tentang jaringan. Namun AI tersebut tidak mengetahui kondisi spesifik jaringan perusahaan Anda. Sebaliknya, Agent ONE dirancang untuk memahami: Kondisi jaringan saat ini. Riwayat performa jaringan. Konfigurasi perangkat yang digunakan. Jadwal perubahan sistem. Potensi risiko keamanan yang sedang terjadi. Dengan memahami konteks tersebut, AI dapat memberikan jawaban dan rekomendasi yang jauh lebih relevan. Extreme AI Stack: Fondasi Teknologi Agent ONE Untuk mewujudkan hal tersebut, Extreme Networks membangun sebuah arsitektur yang disebut Extreme AI Stack. Arsitektur ini terdiri dari empat lapisan utama. AI Infrastructure Lapisan pertama adalah kemampuan AI untuk melakukan analisis dan penalaran. Extreme memanfaatkan teknologi AI terbaru dari berbagai penyedia AI terkemuka sehingga kemampuan analisis sistem akan terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi AI global. AI Core Lapisan kedua adalah AI Core yang berfungsi sebagai pusat pemahaman jaringan. Di sinilah AI mendapatkan informasi penting seperti: Data jaringan secara real-time. Riwayat aktivitas jaringan. Pengetahuan tentang perangkat jaringan. Hubungan antar perangkat, pengguna, kebijakan, dan lokasi. Dengan kemampuan ini, AI tidak hanya melihat data, tetapi juga memahami makna di balik data tersebut. Skills Layer Lapisan ketiga adalah Skills Layer. Bagian ini berisi pengetahuan operasional dan prosedur yang biasa digunakan oleh engineer jaringan. Contohnya: Cara melakukan troubleshooting. Langkah-langkah konfigurasi jaringan. Prosedur optimasi Wi-Fi. Standar operasional dalam pengelolaan jaringan. Dengan kata lain, AI tidak hanya tahu apa yang harus dilakukan, tetapi juga memahami bagaimana cara melakukannya dengan benar. Agentic Layer Lapisan terakhir adalah Agentic Layer. Di sinilah AI mulai bertindak dan menjalankan tugas secara otomatis. Berbagai agen AI khusus bekerja sama untuk: Menganalisis masalah. Memeriksa konfigurasi. Mengawasi keamanan. Memastikan kualitas hasil sebelum diberikan kepada pengguna. Seluruh aktivitas tersebut dicatat sehingga dapat diaudit dan ditelusuri kembali jika diperlukan. Bukan Sekadar AI, Tetapi Rekan Kerja Digital Hal yang paling menarik dari Agent ONE adalah pendekatannya yang berbeda. Extreme Networks tidak ingin menciptakan AI yang hanya berfungsi sebagai alat bantu atau chatbot biasa. Mereka ingin menghadirkan AI yang berperan sebagai coworker atau rekan kerja digital. Artinya, Agent ONE dapat: Memberikan saran secara proaktif. Mengingatkan jika ada masalah penting. Membantu menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. Memberikan informasi yang relevan tanpa harus selalu ditanya. Fitur Nudge: AI yang Proaktif Salah satu fitur baru yang diperkenalkan adalah Nudge. Fitur ini memungkinkan Agent ONE memberikan notifikasi cerdas sesuai situasi yang sedang terjadi. Sebagai contoh: Jika terjadi gangguan jaringan kritis pada pukul 2 pagi, Agent ONE tidak hanya mengirim alarm. Sebelum menghubungi administrator, sistem terlebih dahulu melakukan investigasi otomatis dan mengumpulkan informasi penting mengenai penyebab masalah. Ketika notifikasi dikirim, administrator langsung menerima hasil analisis sehingga proses penyelesaian masalah menjadi lebih cepat. Untuk kondisi yang tidak terlalu penting, Agent ONE akan memberikan saran secara halus tanpa mengganggu pekerjaan pengguna. Pendekatan ini membuat interaksi dengan AI terasa lebih alami seperti bekerja bersama rekan kerja sungguhan. Siap Digunakan Sekarang Berbeda dengan banyak inovasi teknologi yang masih berupa konsep atau rencana masa depan, Extreme Networks menegaskan bahwa Agent ONE sudah siap digunakan. Beberapa kemampuan yang tersedia antara lain: Berkomunikasi dengan data jaringan menggunakan bahasa alami. Mengakses dokumentasi teknis dan informasi keamanan. Membantu proses support dan ticketing. Membuat dashboard secara otomatis. Mengelola dan mengoptimalkan jaringan Wi-Fi melalui percakapan. Mulai 1 Juli, seluruh pelanggan Extreme Platform ONE akan mendapatkan peningkatan ke Agent ONE Coworker secara otomatis tanpa perlu melakukan migrasi atau konfigurasi tambahan. Kesimpulan Extreme Agent ONE menunjukkan bagaimana AI mulai bertransformasi dari sekadar alat bantu menjadi rekan kerja digital yang memahami jaringan perusahaan secara mendalam. Dengan kombinasi kemampuan analisis, pemahaman konteks, pengetahuan operasional, serta otomatisasi yang cerdas, Agent ONE membantu organisasi mengelola jaringan dengan lebih cepat, efisien, dan proaktif. Bagi perusahaan yang ingin menghadapi tantangan jaringan modern dan era AI, Agent ONE menjadi langkah baru menuju operasional jaringan yang lebih pintar, responsif, dan siap menghadapi masa depan. extreme networks Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi extreme x`networks. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
June 3, 2026June 3, 2026

Extreme Agent ONE Operator: AI yang Bisa Mengelola Jaringan Secara Otomatis 24/7

Dunia teknologi jaringan terus berkembang. Jika sebelumnya administrator jaringan harus memantau dan mengelola jaringan secara manual, kini kecerdasan buatan (AI) mulai mengambil peran yang lebih besar. Setelah memperkenalkan Extreme Agent ONE Coworker, sebuah asisten AI yang membantu tim IT menjawab pertanyaan dan memberikan rekomendasi, Extreme Networks kembali menghadirkan inovasi baru bernama Extreme Agent ONE Operator. Berbeda dengan AI biasa yang hanya bekerja saat diperintah, Agent ONE Operator dirancang untuk bekerja secara mandiri, terus-menerus, dan aktif selama 24 jam sehari. Solusi ini bahkan disebut sebagai “Operating System untuk Enterprise Networking” karena kemampuannya mengelola berbagai aktivitas jaringan secara otomatis. Dari Asisten Menjadi Operator Pada generasi pertama AI milik Extreme Networks, sistem bekerja seperti asisten yang membantu ketika pengguna mengajukan pertanyaan. Namun berdasarkan masukan dari ribuan pengguna, banyak engineer dan administrator jaringan menginginkan sesuatu yang lebih dari sekadar asisten. Mereka menginginkan AI yang dapat: Memantau jaringan secara otomatis. Menjalankan tugas rutin tanpa perlu diperintah. Memberikan notifikasi jika terjadi masalah. Mengambil tindakan tertentu secara mandiri sesuai aturan yang telah ditentukan. Tetap bekerja meskipun administrator sedang tidak online. Dari kebutuhan inilah lahir Agent ONE Operator. AI yang Selalu Aktif Bayangkan Anda memiliki seorang operator jaringan virtual yang tidak pernah tidur, tidak pernah lelah, dan selalu memantau kondisi jaringan perusahaan. Ketika terjadi gangguan pada malam hari, sistem tidak perlu menunggu administrator login terlebih dahulu. Jika telah diberikan izin sebelumnya, Agent ONE Operator dapat langsung menjalankan tindakan yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Saat administrator kembali bekerja keesokan harinya, sistem sudah menyiapkan laporan lengkap mengenai apa yang terjadi, tindakan yang telah dilakukan, dan hasil yang diperoleh. Dengan cara ini, tim IT dapat lebih fokus pada pekerjaan strategis dibandingkan harus menangani tugas-tugas berulang. Cara Kerja yang Mirip Manusia Salah satu hal menarik dari Agent ONE Operator adalah desainnya yang meniru cara manusia bekerja. Menurut Extreme Networks, operator AI ini memiliki beberapa kemampuan yang menyerupai pola pikir seorang engineer jaringan. 1. Merespons Peristiwa Secara Otomatis Ketika terjadi masalah pada jaringan, AI dapat langsung mendeteksi dan menjalankan tindakan yang sesuai. Contohnya: Access Point mengalami gangguan. Trafik jaringan meningkat secara tidak normal. Perangkat jaringan kehilangan koneksi. Terjadi potensi ancaman keamanan. AI dapat langsung merespons sesuai kebijakan yang telah ditentukan. 2. Menjalankan Tugas Terjadwal Selain merespons kejadian, Agent ONE Operator juga dapat menjalankan berbagai tugas rutin secara otomatis. Misalnya: Membuat laporan harian. Mengirim ringkasan kondisi jaringan setiap pagi. Menyusun laporan tren mingguan. Melakukan pengecekan kesehatan jaringan setiap malam. Semua tugas tersebut dapat dijadwalkan menggunakan bahasa yang sederhana tanpa konfigurasi yang rumit. 3. Monitoring Berkelanjutan Untuk sistem yang sangat penting, administrator dapat meminta AI melakukan pemantauan secara terus-menerus. Frekuensinya dapat diatur sesuai kebutuhan: Setiap hari. Setiap jam. Setiap lima menit. Bahkan secara real-time. Keunggulannya, AI tidak mengalami kelelahan seperti manusia sehingga kualitas pemantauan tetap konsisten. Memiliki “Ingatan” Seperti Manusia Agar semakin cerdas dari waktu ke waktu, Agent ONE Operator dilengkapi dengan sistem memori yang meniru cara manusia mengingat informasi. Terdapat empat jenis memori utama: Memori Kerja (Working Memory) Digunakan untuk mengingat aktivitas yang sedang berlangsung saat ini. Memori Pengalaman (Episodic Memory) Menyimpan riwayat kejadian, tindakan yang pernah dilakukan, dan hasil yang diperoleh. Memori Pengetahuan (Semantic Memory) Menyimpan informasi penting mengenai kondisi jaringan, pola penggunaan, dan karakteristik organisasi. Memori Prosedural (Procedural Memory) Mengingat cara kerja terbaik yang biasa digunakan dalam lingkungan perusahaan tertentu. Semakin lama digunakan, semakin banyak pengalaman yang dimiliki sehingga kemampuannya terus berkembang. Mudah Digunakan Saat pertama kali digunakan, Agent ONE Operator tidak langsung menanyakan detail teknis jaringan. Sebaliknya, sistem akan mengenali karakter pengguna terlebih dahulu. Misalnya: Apakah pengguna seorang engineer yang menyukai detail teknis? Atau seorang manajer operasional yang lebih membutuhkan ringkasan dan analisis bisnis? Setelah memahami preferensi pengguna, sistem akan menyesuaikan cara berkomunikasi dan menyajikan informasi yang relevan. Pengguna juga dapat menentukan batasan kewenangan AI, seperti: Tindakan apa yang boleh dilakukan otomatis. Tindakan apa yang harus meminta persetujuan terlebih dahulu. Tingkat akses yang diberikan kepada AI. Semua pengaturan dilakukan melalui percakapan biasa tanpa harus membuka banyak menu konfigurasi. Terintegrasi dengan Berbagai Platform Agent ONE Operator tidak hanya tersedia di platform Extreme Networks. Pengguna juga dapat berinteraksi melalui berbagai aplikasi yang sudah familiar seperti: Microsoft Teams Slack Aplikasi mandiri (standalone) Extreme Platform ONE Artinya, administrator tidak perlu selalu membuka dashboard jaringan untuk mengetahui kondisi sistem. AI akan datang kepada pengguna melalui platform yang biasa digunakan sehari-hari. Masa Depan Operasional Jaringan Untuk mendukung kemampuan ini, Extreme Networks juga memperkenalkan Extreme Exchange, sebuah katalog keterampilan AI yang memungkinkan kemampuan Agent ONE Operator terus berkembang. Melalui platform tersebut, Extreme, partner, maupun pelanggan dapat menambahkan kemampuan baru sehingga AI semakin pintar dalam menangani berbagai kebutuhan jaringan perusahaan. Kesimpulan Extreme Agent ONE Operator menunjukkan bagaimana AI mulai bertransformasi dari sekadar alat bantu menjadi rekan kerja digital yang mampu mengambil tindakan secara mandiri. Dengan kemampuan monitoring 24/7, otomatisasi tugas rutin, memori yang terus belajar, serta integrasi ke berbagai platform kerja, solusi ini berpotensi mengubah cara tim IT mengelola jaringan perusahaan. Bagi organisasi yang ingin meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi beban kerja tim IT, Agent ONE Operator menjadi langkah baru menuju era jaringan yang lebih cerdas, proaktif, dan otomatis. extreme networks Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi extreme networks. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
June 3, 2026June 3, 2026

Extreme Networks Perkuat Keamanan dan Kepatuhan untuk Lingkungan Berisiko Tinggi

Di era transformasi digital saat ini, keamanan jaringan dan perlindungan data menjadi prioritas utama bagi organisasi. Hal ini terutama berlaku bagi sektor yang memiliki regulasi ketat seperti pemerintahan, kesehatan, keuangan, energi, dan transportasi. Tidak cukup hanya memiliki teknologi yang canggih, organisasi juga membutuhkan solusi yang telah terbukti aman dan memenuhi standar keamanan internasional. Inilah yang menjadi fokus utama Extreme Networks melalui berbagai sertifikasi keamanan dan kepatuhan yang terus diperluas dalam portofolio produknya. Melalui berbagai validasi dan sertifikasi global, Extreme Networks menunjukkan komitmennya untuk membantu organisasi melindungi data sensitif, memenuhi persyaratan regulasi, serta membangun infrastruktur digital yang aman dan terpercaya. Mengapa Sertifikasi Keamanan Sangat Penting? Saat memilih solusi teknologi, banyak organisasi tidak hanya melihat fitur dan performa produk. Mereka juga harus memastikan bahwa solusi tersebut memenuhi standar keamanan yang telah diakui secara internasional. Sertifikasi keamanan memberikan bukti bahwa suatu produk telah melalui proses pengujian independen dan memenuhi persyaratan tertentu dalam hal keamanan, keandalan, dan interoperabilitas. Bagi organisasi yang bergerak di sektor strategis, sertifikasi menjadi faktor penting karena dapat membantu: Mengurangi risiko keamanan siber. Mempercepat proses pengadaan atau procurement. Memenuhi regulasi pemerintah. Menjamin transparansi dan akuntabilitas. Meningkatkan kepercayaan pelanggan dan pemangku kepentingan. Karena alasan inilah Extreme Networks terus berinvestasi dalam berbagai program sertifikasi keamanan global. Strategi Keamanan Global Extreme Networks Extreme Networks mengembangkan strategi keamanan yang mencakup perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), hingga layanan cloud. Beberapa sertifikasi dan standar yang menjadi fokus perusahaan antara lain: FIPS 140-3 DoDIN Approved Products List (APL) Common Criteria ISO 27001 GovRAMP FedRAMP C5 (Jerman) ISMAP (Jepang) Dengan pendekatan ini, pelanggan dapat memperoleh tingkat keamanan yang konsisten baik pada lingkungan on-premises maupun cloud. DoDIN APL: Standar Keamanan Tingkat Pertahanan Salah satu pencapaian penting Extreme Networks adalah sertifikasi DoDIN APL. DoDIN APL merupakan daftar resmi produk yang disetujui oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Department of Defense/DoD). Produk yang masuk dalam daftar ini harus melalui pengujian yang sangat ketat terkait keamanan siber, interoperabilitas, dan performa. Beberapa platform switching Extreme yang telah memperoleh validasi ini antara lain: Seri 5000 (EXOS 33.4) Seri SLX 8000 (SLXOS 20.6) Validasi ini menunjukkan bahwa perangkat tersebut siap digunakan pada lingkungan yang sangat kritis dan membutuhkan tingkat keamanan tinggi. Selain itu, sertifikasi ini membantu organisasi mengurangi risiko implementasi serta memastikan perangkat dapat bekerja dengan baik dalam lingkungan multi-vendor. Common Criteria: Sertifikasi yang Diakui Secara Global Selain DoDIN APL, Extreme Networks juga terus memperluas sertifikasi Common Criteria. Common Criteria merupakan standar keamanan internasional yang digunakan untuk mengevaluasi dan menguji produk teknologi informasi. Sederhananya, sertifikasi ini memberikan jaminan bahwa produk telah diuji oleh pihak independen dan memenuhi standar keamanan yang jelas serta terukur. Bagi organisasi yang beroperasi secara global atau bekerja sama dengan berbagai instansi internasional, sertifikasi ini sangat penting karena memudahkan pemenuhan regulasi lintas negara. Fondasi Keamanan Berbasis Standar Internasional Keamanan jaringan modern tidak hanya bergantung pada perangkat keras, tetapi juga pada penerapan standar dan tata kelola keamanan yang baik. Karena itu, Extreme Networks membangun fondasi keamanannya berdasarkan beberapa standar internasional yang diakui secara luas, seperti: NIST 800-53 ISO/IEC 27001 ISO/IEC 27017 ISO/IEC 27701 SOC 2 Standar-standar tersebut membantu organisasi dalam mengelola risiko keamanan, melindungi data, dan memastikan kontrol keamanan berjalan secara konsisten. Salah satu standar yang paling banyak digunakan adalah NIST 800-53 yang menjadi acuan dalam mendefinisikan berbagai kontrol keamanan pada lingkungan pemerintahan dan industri yang diatur secara ketat. Keamanan yang Terus Dipantau Ancaman siber terus berkembang setiap hari. Oleh karena itu, keamanan tidak bisa hanya diperiksa satu kali lalu dianggap selesai. Untuk menjaga efektivitas perlindungan, organisasi perlu melakukan pemantauan berkelanjutan atau Continuous Monitoring (ConMon). Melalui pendekatan ini, organisasi dapat: Mengidentifikasi ancaman lebih cepat. Memastikan kontrol keamanan tetap berjalan dengan baik. Memantau kondisi sistem secara real-time. Menjaga kepatuhan terhadap regulasi yang terus berubah. Pendekatan inilah yang diterapkan dalam strategi keamanan Extreme Networks untuk memastikan perlindungan tetap relevan terhadap ancaman modern. Membangun Infrastruktur yang Aman dari Ujung ke Ujung Dengan menggabungkan standar keamanan global, perangkat jaringan yang tervalidasi, serta platform cloud yang aman, Extreme Networks memungkinkan organisasi membangun arsitektur keamanan secara menyeluruh. Artinya, seluruh komponen infrastruktur mulai dari jaringan fisik, sistem manajemen, hingga layanan cloud dapat bekerja dalam satu model keamanan yang terintegrasi. Pendekatan ini membantu organisasi menciptakan lingkungan IT yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi perubahan kebutuhan bisnis maupun regulasi di masa depan. Kesimpulan Di tengah meningkatnya ancaman siber dan regulasi yang semakin ketat, sertifikasi keamanan bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan utama bagi banyak organisasi. Melalui berbagai sertifikasi internasional seperti DoDIN APL, Common Criteria, FIPS 140-3, dan standar keamanan global lainnya, Extreme Networks menunjukkan komitmennya dalam menyediakan solusi jaringan yang aman, terpercaya, dan siap digunakan pada lingkungan dengan tingkat keamanan tinggi. Bagi organisasi di sektor pemerintahan, kesehatan, keuangan, energi, hingga transportasi, validasi keamanan ini memberikan keyakinan bahwa infrastruktur yang digunakan telah memenuhi standar keamanan terbaik dan siap mendukung transformasi digital secara aman dan berkelanjutan. extreme networks Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Barracuda. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
June 3, 2026June 3, 2026

Extreme Networks dan LIQID Hadirkan Solusi AI On-Premises yang Lebih Mudah dan Efisien

Teknologi Artificial Intelligence (AI) semakin banyak digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan produktivitas, otomatisasi, hingga pengambilan keputusan yang lebih cepat. Namun, seiring meningkatnya penggunaan AI, banyak organisasi mulai menghadapi tantangan baru terkait biaya, keamanan data, dan performa infrastruktur. Untuk menjawab tantangan tersebut, Extreme Networks dan LIQID mengumumkan kerja sama strategis yang bertujuan membantu perusahaan menjalankan beban kerja AI (AI workload) secara lebih efektif di lingkungan data center milik sendiri atau yang dikenal dengan istilah on-premises AI. Mengapa Banyak Perusahaan Mulai Beralih ke AI On-Premises? Selama beberapa tahun terakhir, layanan cloud menjadi pilihan utama untuk menjalankan aplikasi AI. Cloud menawarkan kemudahan karena perusahaan tidak perlu membeli dan mengelola infrastruktur sendiri. Namun, kondisi mulai berubah. Banyak perusahaan kini mempertimbangkan kembali penggunaan cloud untuk AI karena beberapa alasan: Biaya penggunaan AI di cloud terus meningkat, terutama untuk aplikasi yang berjalan 24 jam. Adanya biaya tambahan seperti transfer data (data egress fee). Kebutuhan akan respons yang sangat cepat (latensi rendah). Regulasi dan aturan perlindungan data yang semakin ketat. Kekhawatiran terhadap keamanan data perusahaan yang bersifat rahasia. Karena alasan tersebut, banyak organisasi mulai membangun infrastruktur AI sendiri di dalam data center mereka agar lebih hemat biaya, aman, dan memiliki kontrol penuh terhadap data. Tantangan Menjalankan AI di Infrastruktur Sendiri Meskipun memiliki banyak keuntungan, menjalankan AI secara on-premises bukanlah hal yang sederhana. Sebagian besar perusahaan sudah memiliki infrastruktur IT yang dibangun untuk kebutuhan tradisional, seperti server berbasis CPU. Sementara itu, AI modern membutuhkan sumber daya yang berbeda, terutama GPU (Graphics Processing Unit) yang memiliki kemampuan pemrosesan paralel jauh lebih tinggi. Masalah lainnya adalah kebutuhan GPU yang dapat berubah-ubah. Pada jam tertentu, aplikasi AI mungkin membutuhkan banyak GPU untuk melayani permintaan pengguna yang tinggi. Namun pada waktu lain, sebagian GPU bisa saja tidak digunakan. Karena harga GPU sangat mahal, perusahaan membutuhkan cara agar sumber daya tersebut dapat digunakan secara fleksibel dan efisien. Dua Komponen Penting untuk Infrastruktur AI Modern Menurut Extreme Networks dan LIQID, terdapat dua komponen utama yang harus bekerja bersama agar AI dapat berjalan optimal: 1. Jaringan Berkecepatan Tinggi AI membutuhkan pertukaran data yang sangat cepat antar server. Oleh karena itu, diperlukan jaringan yang memiliki: Latensi rendah Bandwidth tinggi Tidak terjadi kemacetan data (lossless network) Performa yang konsisten Jaringan yang baik memastikan proses inferensi AI dapat berjalan tanpa hambatan. 2. Infrastruktur Komputasi yang Fleksibel Selain jaringan, perusahaan juga membutuhkan kemampuan untuk menambah atau mengurangi sumber daya seperti GPU, memori, dan penyimpanan sesuai kebutuhan. Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak perlu membeli perangkat keras secara berlebihan dan dapat mengoptimalkan investasi yang sudah dimiliki. Peran LIQID Matrix Dalam kerja sama ini, LIQID menghadirkan solusi bernama LIQID Matrix®. LIQID Matrix merupakan platform software-defined composable infrastructure yang memungkinkan perusahaan mengelola dan mengalokasikan sumber daya GPU, memori, dan storage secara dinamis melalui satu antarmuka terpadu. Secara sederhana, teknologi ini memungkinkan perusahaan “merakit” sumber daya komputasi sesuai kebutuhan aplikasi yang sedang berjalan. Jika sebuah aplikasi AI membutuhkan lebih banyak GPU, sistem dapat mengalokasikan GPU tambahan secara otomatis. Ketika kebutuhan berkurang, sumber daya tersebut dapat digunakan kembali oleh aplikasi lain. Pendekatan ini membantu meningkatkan utilisasi perangkat keras sekaligus mengurangi pemborosan investasi. Peran Extreme Networks Sementara itu, Extreme Networks menyediakan fondasi jaringan dan otomatisasi yang diperlukan untuk mendukung lingkungan AI modern. Solusi yang ditawarkan meliputi: Perangkat jaringan berperforma tinggi Software manajemen jaringan Extreme Fabric untuk otomatisasi dan penyederhanaan operasional Dengan teknologi ini, perusahaan dapat membangun jaringan yang lebih stabil, aman, dan mudah dikelola, bahkan ketika kebutuhan AI terus berkembang. Manfaat Kerja Sama Extreme dan LIQID Kombinasi solusi dari kedua perusahaan ini memberikan sejumlah manfaat bagi organisasi yang ingin mengadopsi AI, antara lain: Implementasi AI yang lebih cepat. Penggunaan GPU yang lebih efisien. Biaya operasional yang lebih terkendali. Skalabilitas yang lebih baik saat kebutuhan AI meningkat. Keamanan dan kontrol data yang lebih tinggi karena seluruh sistem berada di lingkungan perusahaan. Risiko implementasi yang lebih rendah. Dengan kata lain, perusahaan dapat lebih fokus pada pengembangan aplikasi AI tanpa harus khawatir mengenai keterbatasan infrastruktur. Kesimpulan Tren AI saat ini mulai bergeser dari tahap eksperimen menuju implementasi nyata dalam operasional bisnis. Perubahan ini membuat kebutuhan akan infrastruktur AI yang stabil, fleksibel, dan efisien menjadi semakin penting. Melalui kolaborasi antara Extreme Networks dan LIQID, perusahaan kini memiliki pilihan untuk membangun lingkungan AI on-premises yang mampu memberikan performa tinggi sekaligus mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Bagi organisasi yang ingin menjalankan AI secara aman, hemat biaya, dan memiliki kontrol penuh terhadap data, kombinasi teknologi jaringan dari Extreme Networks dan platform komputasi fleksibel dari LIQID dapat menjadi fondasi yang kuat untuk mendukung transformasi AI di masa depan. extreme networks Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Barracuda. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
May 11, 2026May 11, 2026

AI yang Membantu Menghemat Energi: Panduan Infrastruktur Cerdas di Tahun 2026

Saat ini, banyak perusahaan mulai menghadapi masalah baru dalam dunia teknologi. Bukan lagi soal performa server atau kapasitas penyimpanan data, tetapi soal konsumsi listrik. Semakin banyak perusahaan menggunakan Artificial Intelligence (AI), semakin besar pula kebutuhan energi yang dibutuhkan. Banyak tim IT mulai menyadari bahwa proyek AI mereka berjalan sukses, pelanggan puas, dan bisnis berkembang. Namun di sisi lain, tagihan listrik meningkat dan kapasitas daya mulai terbatas. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah perusahaan harus memperlambat penggunaan AI demi menghemat listrik, atau tetap berkembang sambil mencari cara agar lebih efisien? Jawabannya adalah keduanya bisa dilakukan sekaligus. Menariknya, AI justru dapat membantu perusahaan menghemat energi jika digunakan dengan tepat. AI Tidak Hanya Mengonsumsi Energi, Tapi Juga Bisa Menghematnya Banyak orang menganggap AI hanya membuat konsumsi listrik meningkat. Memang benar, sistem AI membutuhkan daya besar, terutama untuk data center dan proses komputasi. Namun, teknologi AI juga dapat digunakan untuk mengelola energi dengan lebih cerdas. AI mampu mempelajari pola penggunaan listrik, memantau aktivitas jaringan, mengatur pendinginan ruangan, hingga mengoptimalkan penggunaan perangkat secara otomatis. Dengan kata lain, AI bisa membantu perusahaan mengurangi pemborosan energi di berbagai area operasional. Data Center Menjadi Area Penghematan Terbesar Salah satu tempat yang paling banyak mengonsumsi listrik adalah data center. Bukan hanya server yang membutuhkan daya besar, tetapi juga sistem pendingin ruangan atau HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning). Selama bertahun-tahun, banyak data center menggunakan pendingin dengan cara sederhana: suhu diatur dingin terus-menerus agar server aman. Namun pendekatan ini sering menyebabkan pemborosan energi. Kini, AI mulai digunakan untuk mengontrol pendinginan secara otomatis. AI dapat membaca data suhu, kelembapan, dan aktivitas server secara real time, lalu menyesuaikan pendinginan sesuai kebutuhan sebenarnya. Hasilnya: Konsumsi listrik lebih rendah Suhu tetap stabil Pendinginan lebih efisien Tagihan energi menurun AI Membantu Menentukan Waktu Komputasi yang Lebih Hemat Energi Selain mengatur pendinginan, AI juga membantu menentukan kapan proses komputasi dilakukan. Beberapa perusahaan besar seperti Google mulai menerapkan konsep carbon-aware computing. Artinya, pekerjaan AI dijalankan pada waktu ketika energi terbarukan seperti tenaga surya atau angin sedang melimpah. Sebagai contoh: Training AI dilakukan siang hari saat tenaga surya tinggi Analisis data besar dijalankan ketika beban listrik rendah Cara ini membantu mengurangi emisi karbon tanpa mengurangi performa layanan. Jaringan Internet dan Wi-Fi Juga Bisa Lebih Hemat Selain data center, jaringan internet dan Wi-Fi perusahaan juga sering menggunakan energi lebih besar dari yang dibutuhkan. Banyak access point dan switch jaringan tetap aktif penuh meskipun tidak ada pengguna. AI kini mampu memantau aktivitas pengguna dan mengatur perangkat jaringan secara otomatis. Contohnya: Access point masuk mode hemat daya saat kantor kosong Port jaringan yang tidak digunakan dimatikan sementara Bandwidth disesuaikan sesuai kebutuhan pengguna Teknologi ini sudah diuji oleh perusahaan telekomunikasi seperti Vodafone dan Ericsson pada jaringan 5G. Hasilnya, konsumsi daya perangkat radio bisa berkurang hingga 33% tanpa mengganggu pengalaman pengguna. Gedung Perkantoran Menjadi Lebih Pintar AI juga mulai digunakan dalam pengelolaan gedung pintar atau smart building. Sebelumnya, sistem gedung biasanya menggunakan jadwal tetap seperti: Lampu menyala pukul 08.00 Pendingin aktif sampai pukul 18.00 Padahal kondisi kantor tidak selalu sama setiap hari. Kini AI dapat membaca: Kehadiran karyawan Data sensor ruangan Aktivitas Wi-Fi Kondisi cuaca Berdasarkan data tersebut, AI menyesuaikan pencahayaan dan pendinginan secara otomatis agar lebih hemat energi tetapi tetap nyaman bagi pengguna. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI pada sistem gedung dapat membantu mengurangi konsumsi energi hingga belasan persen dalam jangka panjang. Model AI yang Lebih Kecil Ternyata Lebih Efisien Tidak semua pekerjaan membutuhkan model AI berukuran besar. Saat ini banyak perusahaan mulai menggunakan model AI kecil yang lebih ringan dan hemat daya untuk tugas sederhana. Contohnya: Chatbot sederhana tidak perlu AI terbesar Sistem analisis ringan bisa menggunakan model khusus Penggunaan token AI dibuat lebih efisien Pendekatan ini membantu mengurangi penggunaan listrik tanpa menurunkan kualitas layanan. Ibaratnya seperti menggunakan lampu LED dibanding lampu besar yang boros listrik. Digital Twin Membantu Simulasi Penghematan Energi Teknologi lain yang mulai populer adalah digital twin. Digital twin adalah model virtual dari sistem nyata seperti gedung, data center, atau pabrik. Dengan digital twin, perusahaan dapat mencoba perubahan terlebih dahulu secara virtual sebelum diterapkan langsung. Contohnya: Menguji pengaturan pendingin baru Simulasi penghematan listrik Prediksi kerusakan perangkat Analisis efisiensi operasional Cara ini membantu perusahaan mengurangi risiko sekaligus meningkatkan efisiensi energi. Regulasi Energi Semakin Ketat Selain alasan biaya, perusahaan juga mulai menghadapi aturan baru terkait efisiensi energi. Di Eropa, data center dengan kapasitas besar mulai diwajibkan melaporkan penggunaan energi setiap tahun. Sementara di Amerika Serikat, pemerintah mulai mempercepat pengawasan terhadap pembangunan data center dan dampaknya terhadap jaringan listrik. Karena itu, efisiensi energi kini bukan hanya soal penghematan biaya, tetapi juga bagian penting dari strategi bisnis modern. Masa Depan Infrastruktur Akan Lebih Pintar Di masa depan, perusahaan tidak hanya fokus meningkatkan performa teknologi, tetapi juga efisiensi energi. AI akan membantu infrastruktur menjadi lebih cerdas, seperti: Pendinginan otomatis Jaringan hemat daya Gedung pintar Penjadwalan komputasi ramah lingkungan Sistem monitoring energi real time Perusahaan yang mampu menggabungkan AI dan efisiensi energi akan lebih siap menghadapi pertumbuhan teknologi di masa depan. Kesimpulan AI memang membutuhkan energi besar, tetapi teknologi yang sama juga dapat membantu perusahaan mengurangi pemborosan listrik secara signifikan. Mulai dari data center, jaringan, gedung, hingga model AI itu sendiri, semuanya dapat dioptimalkan menggunakan kecerdasan buatan. Di tahun 2026 dan seterusnya, perusahaan yang sukses bukan hanya yang memiliki AI paling canggih, tetapi juga yang mampu menggunakan AI secara cerdas, efisien, dan berkelanjutan. extreme networks Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi extreme networks. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
May 11, 2026May 11, 2026

Extreme Partner Communities Kembali Hadir dengan Lebih Banyak Kesempatan untuk Belajar dan Berkembang

Bagi banyak partner, program Extreme Partner Communities selama ini menjadi tempat yang penting untuk saling terhubung, belajar, dan berbagi pengalaman. Kini, program tersebut kembali hadir dengan berbagai pembaruan yang lebih menarik, lebih luas, dan memberikan lebih banyak manfaat bagi para partner. Melalui pembaruan ini, Extreme Networks menghadirkan pengalaman komunitas yang lebih modern dengan tambahan fitur baru, sistem partisipasi yang lebih jelas, serta tingkat komunitas baru yang dirancang untuk memberikan penghargaan kepada partner yang aktif dan berkontribusi lebih besar. Perubahan ini dibuat berdasarkan masukan dari para partner agar komunitas menjadi lebih bermanfaat dan mendukung pertumbuhan bisnis maupun pengembangan kemampuan profesional. Apa Itu Extreme Partner Communities? Extreme Partner Communities adalah program komunitas khusus partner yang dirancang untuk membantu para profesional di bidang penjualan dan teknis agar dapat: Menambah wawasan dan pengetahuan Memperluas jaringan profesional Berbagi pengalaman dan solusi Mendapatkan akses ke berbagai informasi terbaru Berkolaborasi dengan partner lain di seluruh dunia Program ini mempertemukan berbagai anggota komunitas seperti Champions, Heroes, dan tier terbaru bernama Ambassadors dalam satu ekosistem global. Dengan adanya komunitas ini, partner dari berbagai negara dan bidang dapat saling berbagi praktik terbaik, berdiskusi tentang solusi teknologi, dan mendukung pertumbuhan satu sama lain. Dibangun Berdasarkan Kebutuhan Partner Saat mengembangkan kembali program ini, Extreme Networks melakukan pendekatan berdasarkan kebutuhan nyata dari para partner. Hasilnya, komunitas ini dibangun di atas lima pilar utama yang dianggap paling penting oleh para partner, yaitu: 1. Learning (Pembelajaran) Partner mendapatkan akses terhadap informasi terbaru mengenai teknologi dan solusi dari Extreme Networks. Hal ini membantu partner tetap mengikuti perkembangan industri IT dan networking sehingga dapat memberikan solusi yang lebih baik kepada pelanggan. Selain itu, pembelajaran ini juga membantu meningkatkan kemampuan teknis maupun penjualan. 2. Collaboration (Kolaborasi) Extreme Partner Communities menyediakan ruang khusus bagi partner untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman. Partner dapat saling bertukar ide, membahas tantangan di lapangan, hingga mempelajari studi kasus nyata dari partner lain. Kolaborasi seperti ini sangat membantu terutama dalam menghadapi kebutuhan pelanggan yang semakin kompleks. 3. Community & Mentorship Selain belajar bersama, komunitas ini juga membuka kesempatan untuk membangun hubungan lebih dekat dengan para ahli dan pemimpin dari Extreme Networks. Partner juga dapat memperoleh mentoring atau bimbingan dari anggota komunitas yang lebih berpengalaman. Dengan adanya mentorship, partner baru dapat lebih cepat berkembang dan memahami solusi teknologi yang ditawarkan. 4. Innovation (Inovasi) Program ini juga memberikan kesempatan bagi partner untuk mengenal inovasi terbaru lebih awal. Dalam beberapa kesempatan, anggota komunitas dapat mencoba inisiatif teknologi baru dan mengikuti aktivitas inovasi secara langsung. Hal ini membantu partner lebih siap menghadapi perubahan teknologi di masa depan. 5. Events & Recognition Extreme Partner Communities menghadirkan berbagai webinar, acara komunitas, hingga program penghargaan bagi partner yang aktif berkontribusi. Partner yang menunjukkan performa baik dan kontribusi besar dapat memperoleh pengakuan khusus dari komunitas. Program ini tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan, tetapi juga memperkuat reputasi partner di industri teknologi. Hadirnya Tier Baru: Ambassador Salah satu pembaruan terbesar dalam program ini adalah hadirnya komunitas baru bernama Ambassador. Tier Ambassador dibuat untuk memberikan penghargaan kepada anggota komunitas yang aktif, berpengaruh, dan memiliki kontribusi besar dalam pengembangan komunitas. Ambassador dipilih melalui sistem nominasi oleh Community Captains dari komunitas Champions dan Heroes. Para Ambassador memiliki peran penting seperti: Membantu mengembangkan komunitas Berbagi pengetahuan dan pengalaman Menjadi perwakilan partner di pasar Mendukung pertumbuhan ekosistem partner Tier baru ini memberikan jalur yang lebih jelas bagi partner yang ingin meningkatkan keterlibatan dan pengaruh mereka di dalam komunitas. Mengapa Komunitas Partner Menjadi Penting? Di era transformasi digital saat ini, dunia teknologi berkembang sangat cepat. Partner IT tidak hanya dituntut menjual produk, tetapi juga memahami solusi, tren teknologi, keamanan jaringan, hingga kebutuhan bisnis pelanggan. Karena itu, komunitas partner seperti ini menjadi sangat penting karena membantu partner untuk: Tetap update dengan perkembangan teknologi Memperluas koneksi profesional Mendapatkan dukungan teknis dan bisnis Meningkatkan kemampuan tim Memperkuat peluang bisnis baru Melalui kolaborasi komunitas, partner dapat berkembang lebih cepat dibanding bekerja sendiri. Kesempatan untuk Bergabung Bagi perusahaan atau individu yang belum menjadi partner Extreme Networks, tersedia program bernama Extreme Partner First Program. Program ini dirancang untuk membantu partner membangun bisnis yang lebih kuat melalui dukungan teknologi, pelatihan, dan komunitas global. Sementara itu, bagi partner yang sudah tergabung dalam ekosistem Extreme, mereka dapat mengikuti Extreme Partner Communities dengan memenuhi persyaratan tertentu melalui portal partner resmi. Kesimpulan Kembalinya Extreme Partner Communities menunjukkan komitmen Extreme Networks dalam membangun ekosistem partner yang lebih kuat, kolaboratif, dan inovatif. Dengan berbagai fitur baru, tier Ambassador, program pembelajaran, kolaborasi, hingga penghargaan komunitas, partner kini memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kemampuan mereka di dunia teknologi modern. Komunitas ini bukan hanya tempat berbagi informasi, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun hubungan profesional, memperluas wawasan, dan bersama-sama menghadapi perkembangan industri IT yang terus berubah. extreme networks Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi extreme networks. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
May 11, 2026May 11, 2026

AI Mengubah Desain Data Center: Masa Depan Infrastruktur Digital Modern

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) saat ini tidak hanya mengubah cara perusahaan bekerja, tetapi juga mengubah cara data center dibangun dan dioperasikan. Jika dulu data center hanya dirancang untuk menjalankan aplikasi biasa, kini semuanya harus disesuaikan dengan kebutuhan AI yang jauh lebih besar dan kompleks. Para ahli bahkan menyebut bahwa perubahan dalam 5–10 tahun ke depan akan lebih besar dibanding perkembangan data center selama 20 tahun terakhir. Hal ini terjadi karena AI membutuhkan kemampuan jaringan, komputasi, dan penyimpanan data yang jauh lebih tinggi dibanding sistem tradisional. Perubahan Cara Data Bergerak di Data Center Untuk memahami mengapa AI mengubah data center secara besar-besaran, kita perlu melihat bagaimana pola lalu lintas data berkembang dari waktu ke waktu. Era Lama: North-South Traffic Pada masa sebelumnya, data center lebih fokus melayani aplikasi web, database, dan layanan cloud biasa. Pola lalu lintas data saat itu disebut “North-South”, yaitu data bergerak dari pengguna internet ke server lalu kembali lagi ke pengguna. Di era ini: Server masih berbasis CPU Kecepatan jaringan sekitar 10–25Gbps Penggunaan GPU masih sedikit Pendinginan menggunakan udara biasa Kebutuhan daya per rack relatif kecil Karena tidak semua pengguna mengakses data secara bersamaan, jaringan tidak perlu terlalu kompleks. Era Cloud: East-West Traffic Ketika teknologi cloud dan microservices mulai berkembang, pola lalu lintas berubah menjadi “East-West”. Artinya, komunikasi lebih banyak terjadi antar server di dalam data center, bukan hanya antara pengguna dan server. Server mulai saling bertukar data secara terus-menerus untuk menjalankan aplikasi modern. Perubahan ini membuat desain jaringan data center ikut berkembang agar komunikasi antar server lebih cepat dan stabil. Namun ternyata, perubahan tersebut hanyalah awal sebelum datangnya era AI. Era AI: Beban Jaringan Meledak AI membawa kebutuhan jaringan ke level yang jauh lebih tinggi. Proses training AI membutuhkan ribuan GPU yang bekerja bersama secara bersamaan. Setiap GPU harus terus bertukar data dengan GPU lain dalam jumlah sangat besar dan dengan kecepatan tinggi. Bayangkan ribuan orang di dalam gedung mencoba memindahkan piano secara bersamaan ke ruangan lain dalam waktu yang sama. Itulah gambaran sederhana bagaimana jaringan AI bekerja. Jika satu GPU mengalami keterlambatan, seluruh proses training bisa ikut melambat. Karena itu, jaringan AI harus memiliki: Latensi sangat rendah Koneksi stabil Hampir tanpa packet loss Bandwidth sangat besar Di era AI, jaringan bukan lagi sekadar penghubung, tetapi menjadi bagian penting yang menentukan performa sistem AI itu sendiri. Mengapa Packet Loss Sangat Berbahaya? Pada jaringan biasa, kehilangan beberapa paket data mungkin tidak terlalu masalah. Namun pada sistem AI, packet loss bisa menyebabkan dampak besar. Jika ada paket data yang hilang: GPU harus menunggu data ulang Proses training menjadi lebih lambat Waktu penyelesaian pekerjaan bertambah Biaya operasional meningkat Karena training AI menggunakan ribuan GPU mahal, keterlambatan beberapa menit saja bisa menyebabkan kerugian besar. Inilah alasan mengapa jaringan AI harus hampir “lossless” atau minim kehilangan data. Jaringan Masa Depan Harus Lebih Cepat Untuk mendukung AI, data center masa depan membutuhkan jaringan yang jauh lebih kuat dibanding sebelumnya. 1. Bandwidth Lebih Besar Jika dulu 10–25Gbps sudah cukup, sekarang AI membutuhkan jaringan: 400G 800G Bahkan menuju 1.6T Semakin besar model AI, semakin tinggi kebutuhan bandwidth-nya. 2. Tidak Boleh Ada Bottleneck Pada data center lama, oversubscription masih diperbolehkan karena tidak semua server aktif bersamaan. Namun pada AI, semua GPU aktif dan saling berkomunikasi terus-menerus. Karena itu, jaringan harus memiliki koneksi penuh tanpa hambatan. 3. Teknologi Lossless Networking Teknologi seperti RoCE (RDMA over Converged Ethernet) mulai menjadi standar baru karena mampu mengurangi latensi dan packet loss. Tujuannya agar komunikasi antar GPU berjalan sangat cepat dan stabil. Munculnya “AI Fabric” Kini istilah jaringan data center mulai berubah menjadi “AI Fabric”. AI Fabric adalah infrastruktur jaringan yang dirancang khusus untuk kebutuhan AI dengan fokus pada: Kecepatan tinggi Latensi rendah Sinkronisasi GPU Stabilitas koneksi Topologi jaringan seperti spine-leaf masih digunakan, tetapi mulai muncul desain baru yang lebih optimal untuk komunikasi GPU. GPU Menjadi Pusat Data Center Dulu CPU menjadi komponen utama dan GPU hanya tambahan. Sekarang situasinya berbalik. Dalam data center AI: GPU menjadi pusat komputasi utama CPU hanya membantu koordinasi Jaringan dioptimalkan khusus untuk GPU Karena itu, vendor mulai mengembangkan integrasi yang lebih erat antara GPU, NIC, switch, dan software AI. Pendinginan dan Konsumsi Daya Ikut Berubah AI juga membuat konsumsi listrik data center meningkat drastis. Jika dulu satu rack server menggunakan daya 5–15kW, kini rack AI bisa mencapai 50–150kW. Pendinginan udara biasa sudah tidak cukup lagi. Karena itu, teknologi baru mulai digunakan seperti: Liquid cooling Immersion cooling Heat exchanger Bahkan lokasi pembangunan data center kini mulai dekat dengan sumber energi besar seperti pembangkit listrik tenaga air atau energi terbarukan. Masa Depan Data Center Akan Didominasi Optik Jaringan berbasis kabel tembaga mulai dianggap tidak cukup untuk kebutuhan AI masa depan. Teknologi optical networking menjadi solusi utama karena: Lebih cepat Lebih hemat daya Latensi lebih rendah Data center masa depan diperkirakan akan dipenuhi: GPU super padat Jalur pendingin cair Koneksi optik berkecepatan tinggi AI Tidak Hanya di Data Center Selain di data center besar, AI juga mulai berkembang di edge computing seperti: Pabrik pintar Kendaraan otonom Retail Telekomunikasi Smart city AI akan dipindahkan lebih dekat ke pengguna agar respon menjadi lebih cepat. Karena itu, jaringan masa depan juga harus lebih pintar dan mampu mengatur AI secara otomatis. Kesimpulan AI sedang mengubah cara dunia membangun dan mengelola data center secara total. Infrastruktur jaringan yang sebelumnya cukup untuk cloud dan aplikasi biasa kini harus beradaptasi dengan kebutuhan AI yang jauh lebih besar. Data center masa depan akan menggunakan GPU dalam jumlah besar, jaringan ultra cepat, pendinginan canggih, dan teknologi optik modern. Perusahaan yang mampu mempersiapkan infrastruktur AI sejak sekarang akan lebih siap menghadapi transformasi digital di masa depan. extreme networks Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi extreme networks. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
May 11, 2026May 11, 2026

State of AI for Networking 2026: AI Kini Jadi Tuntutan Baru dalam Infrastruktur Jaringan Perusahaan

Teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini bukan lagi sekadar tren masa depan. Saat ini, AI sudah mulai digunakan di berbagai sektor bisnis untuk membantu meningkatkan produktivitas, otomatisasi pekerjaan, hingga mempercepat pengambilan keputusan. Namun, semakin luas penggunaan AI, semakin besar juga tuntutan terhadap infrastruktur jaringan perusahaan. Hal inilah yang dibahas dalam laporan State of AI for Networking 2026, sebuah survei global tahunan yang melibatkan 200 eksekutif level C dan pimpinan IT dari berbagai perusahaan. Laporan ini menunjukkan bahwa AI mulai memberikan dampak nyata bagi bisnis, tetapi hasil tersebut hanya dapat dirasakan jika jaringan perusahaan mampu mendukung kebutuhan teknologi AI dengan baik. Berikut beberapa poin penting dari laporan tersebut yang dapat membantu kita memahami bagaimana AI mengubah dunia jaringan dan operasional IT modern. AI Membuat Beban Jaringan Semakin Besar Salah satu temuan utama dalam laporan ini adalah meningkatnya tekanan pada infrastruktur jaringan akibat penggunaan AI. Sebanyak 92% pemimpin IT mengatakan bahwa AI meningkatkan kebutuhan komputasi dan bandwidth jaringan secara signifikan. Hal ini terjadi karena sistem AI membutuhkan proses pengolahan data dalam jumlah besar dan dilakukan secara cepat. Semakin banyak perusahaan menggunakan AI untuk analisis data, otomatisasi, hingga chatbot pintar, maka semakin besar juga kebutuhan jaringan untuk mendukung proses tersebut. Jaringan tradisional yang sebelumnya cukup untuk operasional biasa kini mulai kewalahan menghadapi beban baru dari teknologi AI. Perusahaan membutuhkan jaringan yang lebih cepat, stabil, dan memiliki visibilitas yang baik agar seluruh sistem tetap berjalan optimal. Karena itu, banyak tim IT mulai mempertanyakan apakah infrastruktur jaringan yang mereka gunakan saat ini masih mampu mendukung perkembangan AI di masa depan. Perusahaan Ingin AI Memberikan Hasil Lebih Cepat Dulu banyak perusahaan menggunakan AI hanya sebatas uji coba atau eksperimen. Namun sekarang situasinya berubah. Perusahaan mulai menuntut hasil nyata dari investasi AI yang mereka lakukan. Sebanyak 74% responden dalam survei mengatakan bahwa ukuran keberhasilan AI adalah peningkatan efisiensi operasional. Artinya, perusahaan ingin AI benar-benar membantu mengurangi pekerjaan manual, mempercepat penyelesaian masalah, dan meningkatkan produktivitas tim. Selain itu, ekspektasi perusahaan terhadap kecepatan hasil AI juga semakin tinggi. Sebanyak 57% organisasi berharap AI dapat memberikan dampak yang terukur hanya dalam hitungan minggu atau bahkan lebih cepat. Angka ini meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar 16%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak lagi ingin menunggu terlalu lama untuk merasakan manfaat AI. Mereka membutuhkan sistem yang dapat bekerja cepat, efisien, dan langsung mendukung operasional bisnis sehari-hari. Dalam kondisi ini, kualitas jaringan menjadi faktor yang sangat penting karena AI tidak akan bekerja maksimal jika infrastruktur IT lambat atau tidak stabil. Kepercayaan terhadap AI Semakin Tinggi Banyak orang sebelumnya menganggap AI sebagai teknologi yang berisiko terhadap keamanan data. Namun, pandangan tersebut mulai berubah. Dalam laporan ini, sebanyak 93% pemimpin IT percaya bahwa jaringan berbasis AI justru membantu mengurangi risiko keamanan siber. AI dianggap mampu membantu mendeteksi ancaman lebih cepat, memantau aktivitas mencurigakan, dan mengurangi potensi kesalahan manusia. Kepercayaan terhadap AI juga memengaruhi keputusan investasi perusahaan. Sebanyak 94% responden mengatakan mereka lebih tertarik menggunakan solusi AI yang sudah terintegrasi langsung dengan platform jaringan. Artinya, perusahaan mulai meninggalkan penggunaan banyak tools terpisah dan beralih ke sistem yang lebih terintegrasi, sederhana, dan mudah dikelola. Pendekatan ini membantu tim IT bekerja lebih efisien karena seluruh sistem keamanan, monitoring, dan pengelolaan jaringan dapat dilakukan dalam satu platform. Dunia Networking Memasuki Titik Perubahan Besar Seluruh tren dalam laporan ini menunjukkan bahwa dunia networking sedang memasuki fase perubahan besar akibat perkembangan AI. AI bukan hanya mengubah aplikasi atau cara kerja perusahaan, tetapi juga mengubah kebutuhan dasar sebuah jaringan. Infrastruktur jaringan kini harus mampu mendukung kecepatan data yang lebih tinggi, keamanan yang lebih kuat, serta sistem otomatisasi yang lebih cerdas. Kompleksitas jaringan yang tinggi, penggunaan tools yang terpisah-pisah, dan proses manual yang lambat mulai dianggap tidak lagi efektif di era AI modern. Perusahaan yang mampu memodernisasi jaringan mereka akan memiliki banyak keuntungan, seperti: Operasional yang lebih cepat Sistem keamanan yang lebih baik Efisiensi kerja yang lebih tinggi Monitoring jaringan yang lebih akurat Optimalisasi investasi AI Sebaliknya, perusahaan yang tidak siap beradaptasi berisiko mengalami hambatan operasional dan gagal mendapatkan manfaat maksimal dari teknologi AI. Pentingnya Infrastruktur Jaringan Modern Laporan ini memberikan pesan yang cukup jelas bahwa AI dan jaringan kini menjadi dua hal yang saling berkaitan. AI membutuhkan jaringan yang kuat agar dapat berjalan optimal, sementara jaringan modern membutuhkan AI untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan. Karena itu, perusahaan perlu mulai mengevaluasi kesiapan infrastruktur IT mereka, termasuk: Kapasitas bandwidth jaringan Keamanan sistem Kemampuan monitoring real time Otomatisasi operasional IT Integrasi platform jaringan dan AI Investasi pada jaringan modern bukan lagi sekadar kebutuhan teknis, tetapi sudah menjadi bagian penting dari strategi bisnis digital. Kesimpulan Laporan State of AI for Networking 2026 menunjukkan bahwa penggunaan AI di perusahaan terus berkembang dengan cepat dan mulai memberikan dampak nyata terhadap operasional bisnis. Namun, keberhasilan implementasi AI sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur jaringan yang digunakan. Perusahaan membutuhkan jaringan yang cepat, aman, stabil, dan mampu mendukung beban kerja AI yang semakin besar. Dengan modernisasi jaringan dan integrasi AI yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat keamanan siber, serta mendapatkan manfaat maksimal dari transformasi digital di era modern saat ini. extreme networks Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi extreme networks. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
April 13, 2026April 13, 2026

Stadium Wi-Fi 7: Mengubah Koneksi di Area Padat dengan AP5060

Dalam dunia stadion dan arena besar, ada istilah yang sering digunakan yaitu “stadium squeeze”. Ini adalah kondisi ketika puluhan ribu orang berada di satu tempat dan semuanya ingin menggunakan internet secara bersamaan—untuk streaming, upload video, pesan makanan, atau sekadar update media sosial. Akibatnya, jaringan sering kewalahan dan koneksi menjadi lambat atau bahkan terputus, terutama di momen penting seperti gol atau pertandingan klimaks. Untuk mengatasi masalah ini, Extreme Networks menghadirkan solusi baru yaitu AP5060, sebuah perangkat Wi-Fi 7 yang dirancang khusus untuk lingkungan dengan kepadatan tinggi seperti stadion. Perangkat ini bukan sekadar peningkatan kecepatan, tetapi solusi menyeluruh untuk menghadapi tantangan konektivitas di tempat ramai. AP5060: Dirancang Khusus untuk Stadion AP5060 adalah access point Wi-Fi 7 (teknologi terbaru dalam jaringan nirkabel) yang dibuat untuk stadion, arena, dan tempat publik besar, baik di dalam maupun luar ruangan. Perangkat ini tahan cuaca dan dirancang untuk tetap bekerja optimal meskipun dalam kondisi ekstrem seperti panas, hujan, atau tekanan fisik dari lingkungan stadion. Berikut beberapa keunggulan utama yang membuat AP5060 cocok untuk lingkungan padat: 1. Memanfaatkan Frekuensi 6 GHz yang Lebih “Lega” Wi-Fi 7 memperkenalkan penggunaan frekuensi baru yaitu 6 GHz. Band ini masih relatif “bersih” karena belum banyak digunakan, berbeda dengan 2.4 GHz dan 5 GHz yang sudah padat. AP5060 memprioritaskan penggunaan 6 GHz untuk perangkat yang kompatibel. Hasilnya: Mengurangi kepadatan jaringan di frekuensi lama Meningkatkan kecepatan internet Koneksi lebih stabil, bahkan saat stadion penuh Ini sangat membantu untuk aktivitas berat seperti menonton replay video atau menggunakan aplikasi stadion secara real-time. 2. Teknologi 4096-QAM: Lebih Banyak Data Sekali Kirim Wi-Fi 7 juga membawa teknologi baru bernama 4096-QAM. Sederhananya, teknologi ini memungkinkan lebih banyak data dikirim dalam satu kali transmisi. Keuntungannya: Kecepatan internet lebih tinggi Upload dan download lebih cepat Performa tetap stabil meskipun banyak pengguna Misalnya, saat ribuan penonton mengunggah video secara bersamaan, jaringan tetap mampu menanganinya dengan baik. 3. Radio Fleksibel yang Bisa Menyesuaikan Kebutuhan AP5060 menggunakan teknologi software-defined radios, yaitu radio yang bisa diatur melalui software. Artinya, operator stadion bisa menyesuaikan penggunaan frekuensi sesuai kebutuhan acara. Contohnya: Menggunakan lebih banyak 6 GHz saat konser besar Mengatur ulang ke 5 GHz untuk event tertentu Hasilnya, jaringan menjadi fleksibel dan bisa beradaptasi tanpa perlu mengganti perangkat. 4. Sensor Keamanan Aktif Sepanjang Waktu Biasanya, access point harus memilih antara melayani pengguna atau memantau keamanan jaringan. Namun AP5060 memiliki sensor khusus yang selalu aktif untuk memantau ancaman. Keuntungannya: Keamanan tetap terjaga tanpa mengganggu performa Bisa mendeteksi gangguan atau perangkat ilegal Melindungi data pengguna setiap saat Ini sangat penting di stadion, di mana banyak perangkat terhubung dan potensi gangguan cukup tinggi. 5. Tahan Segala Kondisi Stadion AP5060 dirancang untuk ditempatkan bahkan di bawah kursi penonton (under-seat deployment), area yang sangat menantang karena: Banyak lalu lintas orang Risiko tumpahan minuman Perubahan suhu ekstrem Pembersihan intensif Perangkat ini dibuat kuat dan tahan lama, sehingga tetap bisa memberikan koneksi stabil di kondisi tersebut. Selain itu, ada juga versi dengan sinyal terarah untuk area tertentu seperti pintu masuk atau lorong, agar koneksi bisa lebih fokus dan efisien. Lebih dari Sekadar Wi-Fi: Bisa Meningkatkan Pendapatan Bagi pemilik stadion, AP5060 bukan hanya soal internet cepat. Dengan dukungan platform seperti Extreme Analytics, jaringan ini bisa membantu: Melihat pergerakan penonton Mengatur antrean dengan lebih baik Menentukan lokasi penjualan makanan yang strategis Selain itu, jaringan ini juga mendukung: Tiket digital Pembayaran non-tunai (POS) Konten interaktif untuk penonton Dengan kata lain, Wi-Fi bisa menjadi alat untuk meningkatkan pengalaman sekaligus pendapatan. Pengalaman Menonton yang Lebih Modern Saat ini, penonton tidak hanya ingin menonton pertandingan secara langsung. Mereka juga ingin: Replay instan di ponsel Berbagi momen di media sosial Mengakses aplikasi stadion Membeli makanan tanpa antre lama Untuk memenuhi kebutuhan ini, diperlukan jaringan yang benar-benar kuat dan stabil. AP5060 hadir dengan kombinasi teknologi: Frekuensi 6 GHz 4096-QAM Radio fleksibel Keamanan aktif Desain tahan kondisi ekstrem Semua ini membuat stadion siap menghadapi kebutuhan digital masa depan. Sudah Terbukti di Berbagai Stadion Dunia Teknologi dari Extreme Networks sudah digunakan di berbagai liga dan stadion besar dunia, seperti: National Football League (NFL) Major League Baseball (MLB) National Hockey League (NHL) Premier League Lingkungan ini dikenal sangat menantang karena jumlah pengguna yang besar dan kebutuhan koneksi yang tinggi. Fakta bahwa teknologi ini berhasil digunakan di sana menunjukkan bahwa AP5060 memang mampu bekerja di kondisi ekstrem. Kesimpulan AP5060 bukan hanya perangkat Wi-Fi biasa, tetapi solusi lengkap untuk menghadapi tantangan konektivitas di stadion modern. Dengan teknologi Wi-Fi 7, perangkat ini mampu memberikan koneksi cepat, stabil, dan aman bahkan di tengah puluhan ribu pengguna. Bagi pengelola stadion, ini berarti: Pengalaman penonton yang lebih baik Operasional yang lebih efisien Peluang pendapatan yang lebih besar Di masa depan, konektivitas bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi menjadi bagian penting dari pengalaman menonton. Dan AP5060 adalah salah satu teknologi yang siap membawa perubahan tersebut. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan extreme networks indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi extremenetworks.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
April 13, 2026April 13, 2026

Melindungi Sektor Publik: Cara Extreme Networks Meningkatkan Keamanan Secara Global

Di era digital saat ini, jaringan (network) memiliki peran yang sangat penting dalam cara pemerintah bekerja dan memberikan layanan kepada masyarakat. Jaringan menghubungkan berbagai instansi, pegawai, hingga warga, sehingga komunikasi dan akses ke layanan penting bisa berjalan dengan lancar. Namun, bagi pemimpin IT di sektor pemerintahan, tantangannya tidaklah sederhana. Mereka harus bekerja di lingkungan yang sangat ketat aturannya, penuh risiko, dan menuntut keamanan tinggi. Mulai dari melindungi data sensitif, memastikan layanan selalu aktif (tidak boleh down), hingga tetap mendukung transformasi digital—semuanya harus berjalan seimbang. Jaringan yang kuat dan aman akan membantu instansi pemerintah bekerja lebih efisien. Selain itu, jaringan juga mendukung layanan penting seperti keamanan publik, penanganan darurat, pengambilan keputusan berbasis data, serta layanan digital yang digunakan masyarakat setiap hari. Tantangan Keamanan yang Semakin Kompleks Saat ini, ancaman siber (cyber threats) semakin banyak dan semakin canggih. Instansi pemerintah menjadi salah satu target utama karena mereka menyimpan data penting dan mengelola infrastruktur kritis. Tidak hanya itu, pemerintah juga harus: Mematuhi berbagai regulasi yang terus berkembang Menjaga kedaulatan data (data sovereignty) Mengontrol siapa saja yang bisa mengakses informasi Semua ini dilakukan di lingkungan yang kompleks dan tersebar (distributed), sehingga pengelolaannya menjadi lebih sulit. Karena itu, solusi keamanan tidak hanya harus melindungi jaringan, tetapi juga memberikan visibilitas (kemampuan melihat aktivitas jaringan) dan kontrol penuh. Dengan begitu, risiko operasional bisa dikurangi dan transparansi tetap terjaga. Pendekatan Modern dari Extreme Networks Extreme Networks hadir untuk membantu instansi pemerintah memperkuat keamanan mereka melalui jaringan digital modern. Pendekatannya adalah dengan menjadikan keamanan sebagai bagian dari jaringan itu sendiri, bukan sekadar tambahan. Artinya, sejak awal jaringan sudah dirancang untuk: Mendukung keamanan siber Memenuhi standar keamanan dan privasi yang ketat Melindungi data sensitif Tetap memungkinkan modernisasi sistem lama Dengan cara ini, pemerintah bisa tetap berkembang secara digital tanpa mengorbankan keamanan. Pentingnya Visibilitas dan Kontrol Salah satu masalah besar dalam pengelolaan jaringan adalah penggunaan banyak tools yang terpisah-pisah. Hal ini membuat: Pengawasan menjadi sulit Respon terhadap ancaman menjadi lambat Risiko keamanan meningkat Dengan meningkatkan visibilitas jaringan, tim IT bisa melihat apa yang terjadi secara real-time. Mereka dapat: Mendeteksi ancaman lebih cepat Mengambil tindakan pencegahan Melindungi pengguna, perangkat, dan data Selain itu, kontrol yang baik memungkinkan kebijakan keamanan diterapkan secara konsisten. Ini sangat penting untuk menjaga kepatuhan terhadap regulasi dan memastikan jaringan tetap aman. Extreme Networks membantu menyederhanakan semua ini dengan mengintegrasikan keamanan langsung ke dalam jaringan, sehingga lebih mudah dikelola dan lebih andal. Mendukung Layanan Digital untuk Masyarakat Saat ini, banyak pemerintah di seluruh dunia berinvestasi dalam layanan digital untuk memudahkan masyarakat. Contohnya: Akses informasi publik secara online Layanan administrasi digital Pendidikan berbasis teknologi Namun, semua ini membutuhkan jaringan yang: Aman Fleksibel Mudah dikembangkan (scalable) Salah satu contoh nyata adalah Borås Stad, sebuah kota di Swedia. Kota ini perlu menghubungkan lebih dari 113.000 warga secara aman, sambil menyediakan berbagai layanan digital. Dengan bantuan Extreme Networks, Borås Stad berhasil: Menyediakan Wi-Fi publik yang aman Mengurangi kompleksitas jaringan Meningkatkan visibilitas sistem Melindungi data penting warga Hasilnya, mereka memiliki jaringan yang lebih aman dan mudah dikelola, yang bahkan mendukung perangkat medis untuk lansia dan alat pembelajaran digital untuk siswa. Mitra Terpercaya untuk Transformasi Digital Pemerintah Lingkungan IT di sektor pemerintah sangat kompleks, dan setiap keputusan terkait keamanan memiliki dampak besar. Karena itu, dibutuhkan mitra yang dapat dipercaya. Extreme Networks bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah di tingkat pusat, daerah, hingga lokal di seluruh dunia. Mereka membantu: Mendukung transformasi digital Melindungi data sensitif Mengamankan infrastruktur penting Dengan menggabungkan keamanan, visibilitas, dan kemudahan operasional, Extreme Networks membantu pemerintah: Mengurangi risiko Mematuhi regulasi Menyediakan layanan digital yang andal Kesimpulan Keamanan jaringan bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan utama bagi sektor publik. Dengan ancaman yang terus berkembang, pemerintah harus memiliki jaringan yang tidak hanya kuat, tetapi juga cerdas dan mudah dikelola. Pendekatan modern seperti yang ditawarkan Extreme Networks menunjukkan bahwa keamanan bisa berjalan seiring dengan inovasi. Dengan jaringan yang aman, pemerintah dapat memberikan layanan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih terpercaya bagi masyarakat—hari ini dan di masa depan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan extreme networks indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi extremenetworks.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • …
  • 6
  • Next

Recent Posts

  • Extreme Agent ONE: Generasi Baru AI untuk Mengelola Jaringan Perusahaan
  • Extreme Agent ONE Operator: AI yang Bisa Mengelola Jaringan Secara Otomatis 24/7
  • Extreme Networks Perkuat Keamanan dan Kepatuhan untuk Lingkungan Berisiko Tinggi
  • Extreme Networks dan LIQID Hadirkan Solusi AI On-Premises yang Lebih Mudah dan Efisien
  • AI yang Membantu Menghemat Energi: Panduan Infrastruktur Cerdas di Tahun 2026

Categories

  • blog (32)
  • Uncategorized (20)

Tags

AI extremenetworks extreme networks extremenetworks indonesia extreme networks indonesia WiFi

Extreme Networks Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Extreme Networks. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Kontak Kami

PT iLogo Indonesia

AKR Tower – 9th Floor
Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11530 – Indonesia

  • extremenetworks@ilogoindonesia.id